Pages

Rabu, 27 Mei 2015

Kasus 5 Tentang Cybersquatting

Kasus 5 Tentang Cybersquatting

    Cybersquatting adalah mendaftar,        menjual atau menggunakan nama domain
dengan maksud mengambil keuntungan dari merek dagang atau nama orang lain.
Umumnya mengacu pada praktek membeli nama domain yang menggunakan
nama-nama bisnis yang sudah ada atau nama orang orang terkenal dengan maksud
untuk menjual nama untuk keuntungan bagi bisnis mereka . Contoh kasus
cybersquatting, Carlos Slim, orang terkaya di dunia itu pun kurang sigap dalam
mengelola brandingnya di internet,          sampai domainnya diserobot orang lain.
Beruntung kasusnya bisa digolongkan cybersquat sehingga domain carlosslim.
com bisa diambil alih. Modusnya memperdagangkan popularitas perusahaan dan
keyword Carlos Slim dengan cara menjual iklan Google kepada para pesaingnya.
Penyelesaian kasus ini adalah dengan menggunakan prosedur Anticybersquatting
Consumer Protection Act (ACPA), memberi hak untuk pemilik merek dagang
untuk menuntut sebuah cybersquatter di pengadilan federal dan mentransfer nama
domain kembali ke pemilik merek dagang. Dalam beberapa kasus, cybersquatter
harus membayar ganti rugi uang.

Untuk kasus-kasus cybersquatting dengan menggunakan pasal-pasal dalam Kitab
Undang-undang Pidana Umum, seperti misalnya pasal 382 bis KUHP tentang
Persaingan Curang, pasal 493 KUHP tentang Pelanggaran Keamanan Umum
Bagi Orang atau Barang dan Kesehatan Umum,  pasal 362 KUHP tentang
Pencurian, dan pasal 378 KUHP tentang Penipuan; dan





Pasal 22 dan 60 Undang-undang Nomor 36 Tahun 1999 tentang Telekomunikasi

untuk tindakan domain hijacking

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Mohon maaf jika ada salah dalam penulisan